Bila Cinta Tak Lagi Buta
Juliet akhirnya memilih mati. Ia menegak racun dan tubuhnya terkapar disisi Romeo... Yup! Bagi banyak orang, kisah Romeo dan Juliet adalah simbol kesejatian plus ketulusan cinta. Tapi lain hal dengan Leo. Menurut Leo, Juliet itu bodoh!
"Bukankah kebodohan terbesar di dunia ini adalah ketika seseorang memutuskan untuk membunuh dirinya sendiri?" Ujar Leo, membela diri.
"Walaupun itu dilakukan atas nama cinta? sahut Led sambil mengerutkan kening.
"Ya," balas Leo sambil menerawang. Seolah ia melihat Juliet di atas langit-langit ruang dayaka di Padum.
"Kebodohan sampai kapanpun akan tetap menjadi kebodohan walaupun dilakukan atas nama cinta..."
"Lho, bukankah cinta itu memerlukan pengorbanan?" sanggah Led.
"Pengorbanan yang dilakukan tanpa logika adalah pengorbanan yang sia-sia. Terbukti, ketika Juliet memilih mati, kisah mereka berakhir. Coba kalau Juliet memilih hidup, mungkin kisahnya akan berakhir dengan bahagia".
"Lho, tapi khan, Shakespeare menginginkan Juliet mati."
"Tapi kematian Juliet bukan semata-mata karena rasa cintanya yang sejati, tapi semata-mata agar ceritanya menjadi menarik. Bukankah cerita yang berakhir dengan tragis akan lebih menarik? Sampek Engtay, Siti Nurbaya, misalnya..."
"Jadi pengorbanan Juliet bukan karena cinta sejatinya pada Romeo?"
"Sudah jelas, khan?"
"Trus apa artinya pengorbanan Juliet?"
"Bagi Romeo, pengorbanan Juliet nggak berarti apapun. Soalnya orang yang udah mati nggak mungkin merasakan cinta lagi. Tapi bagi kita, kematian dan pengorbanan Juliet bisa jadi pelajaran penting :
jangan sampai cinta itu membuat kita buta dan kehilangan logika!" Tegas Leo, sambil mengenang kembali peristiwa akhir tahun 2008 yang lalu, ketika seorang gadis bloon, mau membunuh diri demi mendapatkan hatinya.
Led mengangguk-angguk mesti ia belum sepenuhnya paham maksud Leo. Otak tuh anak emang sulit banget diterka jalan pikirannya. 'Kadang cara berpikirnya suka terbalik, tapi kalau dipikir-pikir ternyata ada benarnya juga.' dalam batin Led berucap.
"Heh, Pernah nonton film titanic, kapal tenggelem" tanya Leo.
Led mengganguk lagi, kali ini sambil menerka apa lagi yang bakal di bahas Leo.
"Cinta Rose kepada Jack pun nggak kalah tulus dengan cintanya juliet kepada Romeo. Tapi ketika Jack akhirnya mati, bukan berarti Rose lantas bubuh diri. Cintanya yang besar dan rasa kehilangan nggak membuatnya kehilangan kendali. Kendali itu tetap ada di otaknya. Itulah cinta sejati."
"Maksudnya ?"
"Kita selalu menyambut kedatangan orang yang kita cintai dengan mata dan hati yang berbinar-binar namun selalu mengiringi kepergiaannya dengan air mata dan keputusasaan. Cinta sejati adalah ketika kita menerima kepergiannya dengan ketulusan yang sama ketika kita menyambut kedatangannya. Karena pengorbanan terbesar adalah ketika kita harus tetap hidup sementara orang yang kita cintai telah mati..."
Salam Hangat,
Hati yang Hangat
Selasa, 15 Juni 2010
Menciptakan Sebab Kebahagiaan, Menghalau Sebab Penderitaan
Menciptakan Sebab Kebahagiaan, Menghalau Sebab Penderitaan
अहिंसा चौर्यविरतिः परदारविवर्जनम्।
मिथ्यापैशुन्यपारुष्याबद्धवादेषु संयमः॥८॥
ahiṁsā cauryaviratiḥ paradāravivarjanam|
mithyāpaiśunyapāruṣyābaddhavādeṣu saṁyamaḥ||
Membunuh, mencuri dan sex yang salah,
Berbicara yang tidak benar, ucapan yang memecah belah,
Berbicara kasar, berbicara yang tak ada gunanya,
Serakah, pikiran jahat dan pandangan salah.
लोभव्यापादनास्तिक्यदृष्टीनां परिवर्जनम्।
एते कर्मपथाः शुक्ला दश कृष्णा विपर्ययात्॥९॥
obhavyāpādanāstikyadṛṣṭīnāṁ parivarjanam|
ete karmapathāḥ śuklā daśa kṛṣṇā viparyayāt|
Semua itu dianggap sebagai sepuluh perbuatan karma tidak baik.
Dan perbuatan kebalikannya adalah sepuluh perbuatan baik.
Tinggalkan yang memabukkan, jalani hidup yang benar,
Jangan punya niat untuk menyakiti, praktikan kemurahan hati.
हिंसया जायतेऽल्पायुः बहवाबाधो विहिंसया।
चौर्येण भोगव्यसनी सश(त्रुः) पारदारिकः॥१४॥
hiṁsayā jāyate'lpāyuḥ bahavābādho vihiṁsayā|
cauryeṇa bhogavyasanī saśa(truḥ) pāradārikaḥ||
Tentang membunuh, orang kemudian lahir pendek umur dalam hidupnya.
Karena menganiaya makhluk lain, orang lalu mengalami banyak penyakit.
Akibat dari mencuri, orang lalu mengalami kehilangan harta benda.
Karena sex yang salah, orang lalu mengalami banyak musuh.
प्रत्याख्यानं मृषावादात् पैशुन्यान्मित्रभेदनम्।
अप्रियश्रवणं रौक्ष्यादबाद्धा(दपार्था?)द्दुर्भगं वचः॥१५॥
pratyākhyānaṁ mṛṣāvādāt paiśunyānmitrabhedanam|
apriyaśravaṇaṁ raukṣyādabāddhā(dapārthā?)ddurbhagaṁ vacaḥ|
Tentang berbicara yang tidak benar, orang lalu bertemu dengan penipu.
Karena ucapan memecah belah, orang lalu terpisah dengan mereka yang amat dicintai.
Karena ucapan yang kasar, orang lalu sering mendengar kata-kata yang tidak menyenangkan.
Karena berbicara yang tiada guna, orang lalu diremehkan oleh yang lain.
मनोरथान् हन्त्यमिध्या व्यापादो भयदः स्मृतः।
मिथ्यादृष्टिः कुदृष्टित्वं मद्यपानं मतिभ्रमः॥१६॥
manorathān hantyamidhyā vyāpādo bhayadaḥ smṛtaḥ|
mithyādṛṣṭiḥ kudṛṣṭitvaṁ madyapānaṁ matibhramaḥ||
Karena keserakahan, orang lalu menderita karena tidak tercapai keinginannya.
Karena kebencian, orang lalu menjadi subjek dari teror.
Karena pandangan salah, orang lalu menumbuhkan keterikatan terhadap hal-hal yang buruk.
Karena minuman keras, orang lalu pikirannya menjadi bodoh dan liar.
Keterangan:
Adalah sebuah keberuntungan besar terlahir sebagai manusia. Sehat, sejahtera dan memeiliki kemerdekaan dan kebebasan.
Menjalani hidup ini, bagaikan mengayuh sampan mengarungi samudra hidup yang didera oleh riak-riak gelombang suka duka. Ada yang karena karma dan ada juga riak dan gelombang tersebut disebabkan karena kebodohan, kemalasan dan keterikatan kita sendiri.
Hidupmu, kemena ia menuju tergantung padamu. Engkaulah nahkodanya, dirimulah saisnya.
Jadilah nahkoda yang tangguh dengan begitu perahu hidupmu tak akan bisa karam oleh gelombang.
Jadilah syais yang ahli dan handal, sehingga kereta hidupmu membawamu pada kemajuan dan kebahagiaan.
Jauhi sebisanya sepuluh ketidak bajikan diatas, agar engkau tiada menyemai duri-duri yang akan menusuk kakimu sendiri. Racun yang akan membuatmu menderita.
Jalankan sebisanya sepuluh kebajikan, yang akan menjadi manu bagimu, sedikit atau banyak hanya memberimu rasa manis, senang dan bahagia.
Ini tidak mudah, tapi itulah ajalan menuju harapan hidup yang lebih baik.
Jika secara duniawi hidup sudah teratur dan banyak kemudahan,
Ia bisa menjadi batu loncatan menuju pencapaian batin dengan lebih mulus.
Semoga semua makhluk hidup berbahagia
Sadhu…sadhu…sadhu…
diCopy dari pesan Vihara Metta
Bhiksuni Virya Guna: Menyikapi "CIONG" sesuai dengan ajaran Buddha Dharma
Dalam kalangan keturunan Tionghua dikenal adanya Ciong beragam orang memberikan pendapatnya tentang hal ini, suhu tidak menjelaskan dari sisi lainnya tapi sebagai umat Buddha yang sudah memasuki pintu Dharma perlu kita menyikapi dengan hal hal seperti dibwah ini :
1. Mempunyai keyakinan /Sraddha yang kuat terhadap ajaran Buddha Dharma ;
2. mempunyai keyakinan/ Sraddha yang kuat terhadap Hukum Sebab –akibat ;
3. mempunyai keyakinan/Sraddha yang kuat terhadap karma buruk, dibuat berarti bibit sudah ditanam, bibit menuas, tumbuh, berkembang dan berbuah, buahnya matang harus kita terima, menerimanya sebagai proses atas karma buruk yang sudah kita buat.
4. untuk mengatasi “ciong yang besar menjadi kecil, kecil menjadi tiada “ dengan kiat-kiat sebagai
berikut :
a. menumbuhkan prilaku, tutur bahasa dan pikiran yang selalu baik ;
b. tidak lagi melakukan melalui prilaku, tutur bahasa dan pikiran yang jelek, artinya yang bertentangan dengan Panca Sila Buddhis, antara lain tidak mengambil nyawa makhluk lain; tidak mengambil barang atau benda yang bukan menjadi miliknya; tidak mengadakan hubungan suami-istri atau berprilaku, tutur bahasa dan pikiran yang menjurus kearah perselingkuhan; tidak mengeluarkan kata-kata dusta, kata-kata kasar/jorok, kata kata yang bersifat menfitnah /lidah bercabang dua, dan kata-kata tidak senonoh; tidak kehilangan kesadaran/minum minuman yg memabokan;
c. mempunyai kesabaran yang penuh dengan pengertian bahwa karma buruk yang berbuah dan matang harus kita terima karena inilah proses pembelajaran dari kehidupan itu sendiri, kita yang buat ya kita harus terima hasilnya, jadi tidak boleh menyalahkan orang lain.
d. Harus bangun dari keterpurukan , semangat mulai hidup baru .
e. Melakukan intropeksi, kesalahan tidak diulang lagi dan kesalahan adalah pengalaman dan proses pembelajaran yang harus dibayar mahal.
f. Belajar menjadi lebih bijak dengan mengerti kekurang dan kelebihan diri sendiri dan belajar dengan mengerti kekuranganan dan kelebihan orang lain.
Nah , kalau kita sudah mengerti dan mau menjalankan hal hal diatas , kalau shio kita ciong pada tahun yang bersangkutan kita sudah mengerti mengantisipasinya, jadi tetaplah berbuat baik, jangan membatasi diri terutama dari kegiatan – kegiatan social kemasyarkatan positif yang bisa menambah karma baik kita.
Semoga keterangan ini bisa menambah wawasan anda dan ciong bukanlah hal yang sangat menakutkan.
By : Bhiksuni Virya Guna
1. Mempunyai keyakinan /Sraddha yang kuat terhadap ajaran Buddha Dharma ;
2. mempunyai keyakinan/ Sraddha yang kuat terhadap Hukum Sebab –akibat ;
3. mempunyai keyakinan/Sraddha yang kuat terhadap karma buruk, dibuat berarti bibit sudah ditanam, bibit menuas, tumbuh, berkembang dan berbuah, buahnya matang harus kita terima, menerimanya sebagai proses atas karma buruk yang sudah kita buat.
4. untuk mengatasi “ciong yang besar menjadi kecil, kecil menjadi tiada “ dengan kiat-kiat sebagai
berikut :
a. menumbuhkan prilaku, tutur bahasa dan pikiran yang selalu baik ;
b. tidak lagi melakukan melalui prilaku, tutur bahasa dan pikiran yang jelek, artinya yang bertentangan dengan Panca Sila Buddhis, antara lain tidak mengambil nyawa makhluk lain; tidak mengambil barang atau benda yang bukan menjadi miliknya; tidak mengadakan hubungan suami-istri atau berprilaku, tutur bahasa dan pikiran yang menjurus kearah perselingkuhan; tidak mengeluarkan kata-kata dusta, kata-kata kasar/jorok, kata kata yang bersifat menfitnah /lidah bercabang dua, dan kata-kata tidak senonoh; tidak kehilangan kesadaran/minum minuman yg memabokan;
c. mempunyai kesabaran yang penuh dengan pengertian bahwa karma buruk yang berbuah dan matang harus kita terima karena inilah proses pembelajaran dari kehidupan itu sendiri, kita yang buat ya kita harus terima hasilnya, jadi tidak boleh menyalahkan orang lain.
d. Harus bangun dari keterpurukan , semangat mulai hidup baru .
e. Melakukan intropeksi, kesalahan tidak diulang lagi dan kesalahan adalah pengalaman dan proses pembelajaran yang harus dibayar mahal.
f. Belajar menjadi lebih bijak dengan mengerti kekurang dan kelebihan diri sendiri dan belajar dengan mengerti kekuranganan dan kelebihan orang lain.
Nah , kalau kita sudah mengerti dan mau menjalankan hal hal diatas , kalau shio kita ciong pada tahun yang bersangkutan kita sudah mengerti mengantisipasinya, jadi tetaplah berbuat baik, jangan membatasi diri terutama dari kegiatan – kegiatan social kemasyarkatan positif yang bisa menambah karma baik kita.
Semoga keterangan ini bisa menambah wawasan anda dan ciong bukanlah hal yang sangat menakutkan.
By : Bhiksuni Virya Guna
Renungan utk para suami......
Empat tahun yang lalu, kecelakaan telah merenggut orang yang kukasihi, sering aku bertanya-tanya, bagaimana keadaan istri saya sekarang di alam surgawi, baik-baik sajakah? Dia pasti sangat sedih karena sudah meninggalkan seorang suami yang tidak mampu mengurus rumah dan seorang anak yang masih begitu kecil. Begitulah yang kurasakan, karena selama ini saya merasa bahwa saya telah gagal, tidak bisa memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani anak saya, dan gagal untuk menjadi ayah dan ibu untuk anak saya.
Pada suatu hari, ada urusan penting di tempat kerja, aku harus segera berangkat ke kantor, anak saya masih tertidur. Ohhh... aku harus menyediakan makan untuknya. Karena masih ada sisa nasi, jadi aku menggoreng telur untuk dia makan. Setelah memberitahu anak saya yang masih mengantuk, kemudian aku bergegas berangkat ke tempat kerja.
Peran ganda yang kujalani, membuat energiku benar-benar terkuras. Suatu hari ketika aku pulang kerja aku merasa sangat lelah, setelah bekerja sepanjang hari. Hanya sekilas aku memeluk dan mencium anakku, saya langsung masuk ke kamar tidur, dan melewatkan makan malam. Namun, ketika aku merebahkan badan ke tempat tidur dengan maksud untuk tidur sejenak menghilangkan kepenatan, tiba-tiba saya merasa ada sesuatu yang pecah dan tumpah seperti cairan hangat!
Aku membuka selimut dan..... di sanalah sumber 'masalah'nya ... sebuah
mangkuk yang pecah dengan mie instan yang berantakan di seprai dan selimut!
Oh...Tuhan! Aku begitu marah, aku mengambil gantungan pakaian, dan langsung menghujani anak saya yang sedang gembira bermain dengan mainannya, dengan
pukulan-pukulan! Dia hanya menangis, sedikitpun tidak meminta belas kasihan,
dia hanya memberi penjelasan singkat:
"Dad, tadi aku merasa lapar dan tidak ada lagi sisa nasi. Tapi ayah belum pulang, jadi aku ingin memasak mie instan. Aku ingat, ayah pernah mengatakan untuk tidak menyentuh atau menggunakan kompor gas tanpa ada orang dewasa di sekitar, maka aku menyalakan mesin air minum ini dan menggunakan air panas untuk memasak mie. Satu untuk ayah dan yang satu lagi untuk saya .. Karena aku takut mie'nya akan menjadi dingin, jadi aku menyimpanny a di bawah selimut supaya tetap hangat sampai ayah pulang. Tapi aku lupa untuk mengingatkan ayah karena aku sedang bermain dengan mainan saya ... Saya minta maaf Dad ..."
Seketika, air mata mulai mengalir di pipiku ... tetapi, saya tidak ingin anak saya melihat ayahnya menangis maka aku berlari ke kamar mandi dan menangis dengan menyalakan shower di kamar mandi untuk menutupi suara tangis saya. Setelah beberapa lama, aku hampiri anak saya, memeluknya dengan erat dan memberikan obat kepadanya atas luka bekas pukulan dipantatnya, lalu aku membujuknya untuk tidur. Kemudian aku membersihkan kotoran tumpahan mie di tempat tidur.
Ketika semuanya sudah selesai dan lewat tengah malam, aku melewati kamar anakku, dan melihat anakku masih menangis, bukan karena rasa sakit di pantatnya, tapi karena dia sedang melihat foto mommy yang dikasihinya.
Satu tahun berlalu sejak kejadian itu, saya mencoba, dalam periode ini, untuk memusatkan perhatian dengan memberinya kasih sayang seorang ayah dan juga kasih sayang seorang ibu, serta memperhatikan semua kebutuhannya. Tanpa terasa, anakku sudah berumur tujuh tahun, dan akan lulus dari Taman Kanak-kanak. Untungnya, insiden yang terjadi tidak meninggalkan kenangan buruk di masa kecilnya dan dia sudah tumbuh dewasa dengan bahagia.
Namun... belum lama, aku sudah memukul anakku lagi, saya benar-benar menyesal....
Guru Taman Kanak-kanaknya memanggilku dan memberitahukan bahwa anak saya absen dari sekolah. Aku pulang kerumah lebih awal dari kantor, aku berharap dia bisa menjelaskan. Tapi ia tidak ada dirumah, aku pergi mencari di sekitar rumah kami, memangil-manggil namanya dan akhirnya menemukan dirinya di sebuah toko alat tulis, sedang bermain komputer game dengan gembira. Aku marah, membawanya pulang dan menghujaninya dengan pukulan-pukulan. Dia diam saja lalu mengatakan, "Aku minta maaf, Dad".
Selang beberapa lama aku selidiki, ternyata ia absen dari acara "pertunjukan bakat" yang diadakan oleh sekolah, karena yg diundang adalah siswa dengan ibunya. Dan itulah alasan ketidakhadirannya karena ia tidak punya ibu......
Beberapa hari setelah penghukuman dengan pukulan rotan, anakku pulang ke rumah memberitahu saya, bahwa disekolahnya mulai diajarkan cara membaca dan menulis. Sejak saat itu, anakku lebih banyak mengurung diri di kamarnya untuk berlatih menulis, yang saya yakin, jika istri saya masih ada dan melihatnya ia akan merasa bangga, tentu saja dia membuat saya bangga juga!
Waktu berlalu dengan begitu cepat, satu tahun telah lewat. Saat ini musim dingin, dan hari Natal telah tiba. Semangat Natal ada dimana-mana juga di hati setiap orang yg lalu lalang... Lagu-lagu Natal terdengar diseluruh pelosok jalan .... tapi astaga, anakku membuat masalah lagi. Ketika aku sedang menyelasaikan pekerjaan di hari-hari terakhir kerja, tiba-tiba kantor pos menelpon. Karena pengiriman surat sedang mengalami puncaknya, tukang pos juga sedang sibuk-sibuknya, suasana hati mereka pun jadi kurang bagus.
Mereka menelpon saya dengan marah-marah, untuk memberitahu bahwa anak saya
telah mengirim beberapa surat tanpa alamat. Walaupun saya sudah berjanji untuk
tidak pernah memukul anak saya lagi, tetapi saya tidak bisa menahan diri untuk tidak memukulnya lagi, karena saya merasa bahwa anak ini sudah benar-benar keterlaluan. . Tapi sekali lagi, seperti sebelumnya, dia meminta maaf : "Maaf, Dad". Tidak ada tambahan satu kata pun untuk menjelaskan alasanny a melakukan itu.
Setelah itu saya pergi ke kantor pos untuk mengambil surat-surat tanpa alamat tersebut lalu pulang. Sesampai di rumah, dengan marah saya mendorong anak saya ke sudut mempertanyakan kepadanya, perbuatan konyol apalagi ini? Apa yang ada dikepalanya?
Jawabanny a, di tengah isak-tangisnya, adalah : "Surat-surat itu untuk mommy.....".
Tiba-tiba mataku berkaca-kaca. .... tapi aku mencoba mengendalikan emosi dan terus bertanya kepadanya: "Tapi kenapa kamu memposkan begitu banyak surat-surat, pada waktu yg sama?"
Jawaban anakku itu : "Aku telah menulis surat buat mommy untuk waktu yang lama, tapi setiap kali aku mau menjangkau kotak pos itu, terlalu tinggi bagiku, sehingga aku tidak dapat memposkan surat-suratku. Tapi baru-baru ini, ketika aku kembali ke kotak pos, aku bisa mencapai kotak itu dan aku mengirimkannya sekaligus".
Setelah mendengar penjelas anny a ini, aku kehilangan kata-kata, aku bingung, tidak tahu apa yang harus aku lakukan, dan apa yang harus aku katakan ....
Aku bilang pada anakku, "Nak, mommy sudah berada di surga, jadi untuk selanjutnya, jika kamu hendak menuliskan sesuatu untuk mommy, cukup dengan membakar surat tersebut maka surat akan sampai kepada mommy. Setelah mendengar hal ini, anakku jadi lebih tenang, dan segera setelah itu, ia bisa tidur dengan nyenyak. Saya berjanji akan membakar surat-surat atas namanya, jadi saya membawa surat-surat tersebut ke luar, tapi.... saya jadi penasaran untuk tidak membuka surat tersebut sebelum mereka berubah menjadi abu.
Dan salah satu dari isi surat-suratnya membuat hati saya hancur......
'Mommy sayang',
Saya sangat merindukanmu! Hari ini, ada sebuah acara 'Pertunjukan Bakat' di sekolah, dan mengundang semua ibu untuk hadir di pertunjukan tersebut.. Tapi kamu tidak ada, jadi saya tidak ingin menghadirinya juga. Aku tidak memberitahu ayah tentang hal ini karena aku takut ayah akan mulai menangis dan merindukanmu lagi.
Saat itu untuk menyembunyikan kesedihan, aku duduk di depan komputer dan mulai bermain game di salah satu toko. Ayah keliling-keliling mencari saya, setelah
menemukanku ayah marah, dan aku hanya bisa diam, ayah memukul aku, tetapi aku tidak menceritakan alasan yang sebenarnya.
Mommy, setiap hari saya melihat ayah merindukanmu, setiap kali dia teringat padamu, ia begitu sedih dan sering bersembunyi dan menangis di kamarnya. Saya pikir kita berdua amat sangat merindukanmu. Terlalu berat untuk kita berdua, saya rasa. Tapi mom, aku mulai melupakan wajahmu. Bisakah mommy muncul dalam mimpiku sehingga saya dapat melihat wajahmu dan ingat anda? Temanku bilang jika kau tertidur dengan foto orang yang kamu rindukan, maka kamu akan melihat orang tersebut dalam mimpimu. Tapi mommy, mengapa engkau tak pernah muncul?
Setelah membaca surat itu, tangisku tidak bisa berhenti karena saya tidak pernah bisa menggantikan kesenjangan yang tak dapat digantikan semenjak ditinggalkan
oleh istri saya ....
Untuk para suami, yang telah dianugerahi seorang istri yang baik, yang penuh kasih terhadap anak-anakmu selalu berterima-kasihlah setiap hari padanya. Dia telah rela menghabiskan sisa umurnya untuk menemani hidupmu, membantumu, mendukungmu, memanjakanmu dan selalu setia menunggumu, menjaga dan menyayangi dirimu dan anak-anakmu.
Hargailah keberadaannya, kasihilah dan cintailah dia sepanjang hidupmu dengan segala kekurangan dan kelebih anny a, karena apabila engkau telah kehilangan dia, tidak ada emas permata, intan berlian yg bisa menggantikan posisinya.
Pada suatu hari, ada urusan penting di tempat kerja, aku harus segera berangkat ke kantor, anak saya masih tertidur. Ohhh... aku harus menyediakan makan untuknya. Karena masih ada sisa nasi, jadi aku menggoreng telur untuk dia makan. Setelah memberitahu anak saya yang masih mengantuk, kemudian aku bergegas berangkat ke tempat kerja.
Peran ganda yang kujalani, membuat energiku benar-benar terkuras. Suatu hari ketika aku pulang kerja aku merasa sangat lelah, setelah bekerja sepanjang hari. Hanya sekilas aku memeluk dan mencium anakku, saya langsung masuk ke kamar tidur, dan melewatkan makan malam. Namun, ketika aku merebahkan badan ke tempat tidur dengan maksud untuk tidur sejenak menghilangkan kepenatan, tiba-tiba saya merasa ada sesuatu yang pecah dan tumpah seperti cairan hangat!
Aku membuka selimut dan..... di sanalah sumber 'masalah'nya ... sebuah
mangkuk yang pecah dengan mie instan yang berantakan di seprai dan selimut!
Oh...Tuhan! Aku begitu marah, aku mengambil gantungan pakaian, dan langsung menghujani anak saya yang sedang gembira bermain dengan mainannya, dengan
pukulan-pukulan! Dia hanya menangis, sedikitpun tidak meminta belas kasihan,
dia hanya memberi penjelasan singkat:
"Dad, tadi aku merasa lapar dan tidak ada lagi sisa nasi. Tapi ayah belum pulang, jadi aku ingin memasak mie instan. Aku ingat, ayah pernah mengatakan untuk tidak menyentuh atau menggunakan kompor gas tanpa ada orang dewasa di sekitar, maka aku menyalakan mesin air minum ini dan menggunakan air panas untuk memasak mie. Satu untuk ayah dan yang satu lagi untuk saya .. Karena aku takut mie'nya akan menjadi dingin, jadi aku menyimpanny a di bawah selimut supaya tetap hangat sampai ayah pulang. Tapi aku lupa untuk mengingatkan ayah karena aku sedang bermain dengan mainan saya ... Saya minta maaf Dad ..."
Seketika, air mata mulai mengalir di pipiku ... tetapi, saya tidak ingin anak saya melihat ayahnya menangis maka aku berlari ke kamar mandi dan menangis dengan menyalakan shower di kamar mandi untuk menutupi suara tangis saya. Setelah beberapa lama, aku hampiri anak saya, memeluknya dengan erat dan memberikan obat kepadanya atas luka bekas pukulan dipantatnya, lalu aku membujuknya untuk tidur. Kemudian aku membersihkan kotoran tumpahan mie di tempat tidur.
Ketika semuanya sudah selesai dan lewat tengah malam, aku melewati kamar anakku, dan melihat anakku masih menangis, bukan karena rasa sakit di pantatnya, tapi karena dia sedang melihat foto mommy yang dikasihinya.
Satu tahun berlalu sejak kejadian itu, saya mencoba, dalam periode ini, untuk memusatkan perhatian dengan memberinya kasih sayang seorang ayah dan juga kasih sayang seorang ibu, serta memperhatikan semua kebutuhannya. Tanpa terasa, anakku sudah berumur tujuh tahun, dan akan lulus dari Taman Kanak-kanak. Untungnya, insiden yang terjadi tidak meninggalkan kenangan buruk di masa kecilnya dan dia sudah tumbuh dewasa dengan bahagia.
Namun... belum lama, aku sudah memukul anakku lagi, saya benar-benar menyesal....
Guru Taman Kanak-kanaknya memanggilku dan memberitahukan bahwa anak saya absen dari sekolah. Aku pulang kerumah lebih awal dari kantor, aku berharap dia bisa menjelaskan. Tapi ia tidak ada dirumah, aku pergi mencari di sekitar rumah kami, memangil-manggil namanya dan akhirnya menemukan dirinya di sebuah toko alat tulis, sedang bermain komputer game dengan gembira. Aku marah, membawanya pulang dan menghujaninya dengan pukulan-pukulan. Dia diam saja lalu mengatakan, "Aku minta maaf, Dad".
Selang beberapa lama aku selidiki, ternyata ia absen dari acara "pertunjukan bakat" yang diadakan oleh sekolah, karena yg diundang adalah siswa dengan ibunya. Dan itulah alasan ketidakhadirannya karena ia tidak punya ibu......
Beberapa hari setelah penghukuman dengan pukulan rotan, anakku pulang ke rumah memberitahu saya, bahwa disekolahnya mulai diajarkan cara membaca dan menulis. Sejak saat itu, anakku lebih banyak mengurung diri di kamarnya untuk berlatih menulis, yang saya yakin, jika istri saya masih ada dan melihatnya ia akan merasa bangga, tentu saja dia membuat saya bangga juga!
Waktu berlalu dengan begitu cepat, satu tahun telah lewat. Saat ini musim dingin, dan hari Natal telah tiba. Semangat Natal ada dimana-mana juga di hati setiap orang yg lalu lalang... Lagu-lagu Natal terdengar diseluruh pelosok jalan .... tapi astaga, anakku membuat masalah lagi. Ketika aku sedang menyelasaikan pekerjaan di hari-hari terakhir kerja, tiba-tiba kantor pos menelpon. Karena pengiriman surat sedang mengalami puncaknya, tukang pos juga sedang sibuk-sibuknya, suasana hati mereka pun jadi kurang bagus.
Mereka menelpon saya dengan marah-marah, untuk memberitahu bahwa anak saya
telah mengirim beberapa surat tanpa alamat. Walaupun saya sudah berjanji untuk
tidak pernah memukul anak saya lagi, tetapi saya tidak bisa menahan diri untuk tidak memukulnya lagi, karena saya merasa bahwa anak ini sudah benar-benar keterlaluan. . Tapi sekali lagi, seperti sebelumnya, dia meminta maaf : "Maaf, Dad". Tidak ada tambahan satu kata pun untuk menjelaskan alasanny a melakukan itu.
Setelah itu saya pergi ke kantor pos untuk mengambil surat-surat tanpa alamat tersebut lalu pulang. Sesampai di rumah, dengan marah saya mendorong anak saya ke sudut mempertanyakan kepadanya, perbuatan konyol apalagi ini? Apa yang ada dikepalanya?
Jawabanny a, di tengah isak-tangisnya, adalah : "Surat-surat itu untuk mommy.....".
Tiba-tiba mataku berkaca-kaca. .... tapi aku mencoba mengendalikan emosi dan terus bertanya kepadanya: "Tapi kenapa kamu memposkan begitu banyak surat-surat, pada waktu yg sama?"
Jawaban anakku itu : "Aku telah menulis surat buat mommy untuk waktu yang lama, tapi setiap kali aku mau menjangkau kotak pos itu, terlalu tinggi bagiku, sehingga aku tidak dapat memposkan surat-suratku. Tapi baru-baru ini, ketika aku kembali ke kotak pos, aku bisa mencapai kotak itu dan aku mengirimkannya sekaligus".
Setelah mendengar penjelas anny a ini, aku kehilangan kata-kata, aku bingung, tidak tahu apa yang harus aku lakukan, dan apa yang harus aku katakan ....
Aku bilang pada anakku, "Nak, mommy sudah berada di surga, jadi untuk selanjutnya, jika kamu hendak menuliskan sesuatu untuk mommy, cukup dengan membakar surat tersebut maka surat akan sampai kepada mommy. Setelah mendengar hal ini, anakku jadi lebih tenang, dan segera setelah itu, ia bisa tidur dengan nyenyak. Saya berjanji akan membakar surat-surat atas namanya, jadi saya membawa surat-surat tersebut ke luar, tapi.... saya jadi penasaran untuk tidak membuka surat tersebut sebelum mereka berubah menjadi abu.
Dan salah satu dari isi surat-suratnya membuat hati saya hancur......
'Mommy sayang',
Saya sangat merindukanmu! Hari ini, ada sebuah acara 'Pertunjukan Bakat' di sekolah, dan mengundang semua ibu untuk hadir di pertunjukan tersebut.. Tapi kamu tidak ada, jadi saya tidak ingin menghadirinya juga. Aku tidak memberitahu ayah tentang hal ini karena aku takut ayah akan mulai menangis dan merindukanmu lagi.
Saat itu untuk menyembunyikan kesedihan, aku duduk di depan komputer dan mulai bermain game di salah satu toko. Ayah keliling-keliling mencari saya, setelah
menemukanku ayah marah, dan aku hanya bisa diam, ayah memukul aku, tetapi aku tidak menceritakan alasan yang sebenarnya.
Mommy, setiap hari saya melihat ayah merindukanmu, setiap kali dia teringat padamu, ia begitu sedih dan sering bersembunyi dan menangis di kamarnya. Saya pikir kita berdua amat sangat merindukanmu. Terlalu berat untuk kita berdua, saya rasa. Tapi mom, aku mulai melupakan wajahmu. Bisakah mommy muncul dalam mimpiku sehingga saya dapat melihat wajahmu dan ingat anda? Temanku bilang jika kau tertidur dengan foto orang yang kamu rindukan, maka kamu akan melihat orang tersebut dalam mimpimu. Tapi mommy, mengapa engkau tak pernah muncul?
Setelah membaca surat itu, tangisku tidak bisa berhenti karena saya tidak pernah bisa menggantikan kesenjangan yang tak dapat digantikan semenjak ditinggalkan
oleh istri saya ....
Untuk para suami, yang telah dianugerahi seorang istri yang baik, yang penuh kasih terhadap anak-anakmu selalu berterima-kasihlah setiap hari padanya. Dia telah rela menghabiskan sisa umurnya untuk menemani hidupmu, membantumu, mendukungmu, memanjakanmu dan selalu setia menunggumu, menjaga dan menyayangi dirimu dan anak-anakmu.
Hargailah keberadaannya, kasihilah dan cintailah dia sepanjang hidupmu dengan segala kekurangan dan kelebih anny a, karena apabila engkau telah kehilangan dia, tidak ada emas permata, intan berlian yg bisa menggantikan posisinya.
Papa baca keras-keras ya pa, supaya Jessica bisa denger
Pada suatu malam Budi, seorang eksekutif sukses, seperti biasanya sibuk memperhatikan berkas-berkas pekerjaan kantor yang dibawanya pulang ke rumah,karena keesokan harinya ada rapat umum yang sangat penting dengan para pemegang saham. Ketika ia sedang asyik menyeleksi dokumen kantor tersebut, Putrinya Jessica datang mendekatinya, berdiri tepat disampingnya, sambil memegang buku cerita baru. Buku itu bergambar seorang Sun Go Kong yang imut, sangat menarik perhatian Jessica, "Pa liat"! Jessica berusaha menarik perhatian ayahnya. Budi menengok ke arahnya, sambil menurunkan kaca matanya, kalimat yang keluar hanyalah kalimat basa-basi "Wah,. Buku Baru ya Jes?", "Ya papa" Jessica berseri-seri karena merasa ada tanggapan dari ayahnya. "Baca in Jessi dong pa" pinta Jessica lembut, "Wah papa sedang sibuk sekali, jangan sekarang deh" sanggah budi dengan cepat. Lalu ia segera mengalihkan perhatiannya pada kertas-kertas yang berserakkan didepannya, dengan serius.
Jessica bengong sejenak, namun ia belum menyerah. Dengan suara lembut dan sedikit manja ia kembali merayu "pa, mama bilang papa mau baca untuk Jessi" Budi mulai agak kesal, "Jes papa sibuk, sekarang Jessi suruh mama baca ya" "pa, mama cibuk, terus, papa liat gambarnya lucu-lucu", "Lain kali Jessica, sana ! papa lagi banyak kerjaan" Budi berusaha memusatkan perhatiannya pada lembar-lembar kertas tadi, menit demi menit berlalu, Jessica menarik nafas panjang dan tetap disitu, berdiri ditempatnya penuh harap, dan tiba-tiba ia mulai lagi. "pa,.. gambarnya bagus, papa pasti suka", "Jessica, PAPA BILANG, LAIN KALI !!" kata Budi membentaknya dengan keras, Kali ini Budi berhasil, semangat Jessica kecil terkulai, hampir menangis, matanya berkaca-kaca dan ia bergeser menjauhi ayahnya "Iya pa,. lain kali ya pa?"
Ia masih sempat mendekati ayahnya dan sambil menyentuh lembut tangan ayahnya ia menaruh buku cerita di pangkuan sang Ayah. "pa kalau papa ada waktu, papa
baca keras-keras ya pa, supaya Jessica bisa denger" Hari demi hari telah berlalu, tanpa terasa dua pekan telah berlalu namun permintaan Jessica kecil tidak pernah terpenuhi, Buku cerita "Anak-anak pembawa perdamaian"(terbitan KORPAR Choice Katedral), belum pernah dibacakan bagi dirinya.
Hingga suatu sore terdengar suara hentakan keras "Buukk!!" beberapa tetangga melaporkan dengan histeris bahwa Jessica kecil terlindas kendaraan seorang pemuda mabok yang melajukan kendaraannya dengan kencang didepan rumah Budi. Tubuh Jessica mungil terhentak beberapa meter, dalam keadaan yang begitu panik ambulance didatangkan secepatnya, selama perjalanan menuju rumah sakit, Jessica kecil sempat berkata dengan begitu lirih "Jessi takut pa, jessi takut ma, Jessi sayang papa mama" darah segar terus keluar dari mulutnya hingga ia tidak tertolong lagi ketika sesampainya di rumah sakit terdekat.
Kejadian hari itu begitu mengguncangkan hati nurani Budi, Tidak ada lagi waktu tersisa untuk memenuhi sebuah janji. Kini yang ada hanyalah penyesalan
Permintaan sang buah hati yang sangat sederhana,.. pun tidak terpenuhi.
Masih segar terbayang dalam ingatan budi tangan mungil anaknya yang memohon kepadanya untuk membacakan sebuah cerita, kini sentuhan itu terasa sangat berarti sekali, ",...papa baca keras-keras ya pa, supaya Jessica bisa denger" kata-kata jessi terngiang-ngiang kembali.
Sore itu setelah segalanya telah berlalu, yang tersisa hanya keheningan dan kesunyian hati, canda dan riang Jessica kecil tidak akan terdengar lagi, Budi mulai membuka buku cerita "Anak-anak pembawa perdamaian" yang diambilnya perlahan dari onggokan mainan Jessica di pojok ruangan. Bukunya sudah tidak baru lagi, sampulnya sudah usang dan koyak. Beberapa coretan tak berbentuk menghiasi lembar-lembar halamannya seperti sebuah kenangan indah dari Jessica kecil. Budi menguatkan hati, dengan mata yang berkaca-kaca ia membuka halaman pertama dan membacanya dengan suara keras, tampak sekali ia berusaha membacanya dengan keras, Ia terus membacanya dengan keras-keras halaman demi halaman, dengan berlinang air mata. "Jessi dengar papa baca ya" selang beberapa kata,.. hatinya memohon,.lagi "Jessi papa mohon ampun nak" "papa sayang Jessi"
Seakan setiap kata dalam bacaan itu begitu menggores lubuk hatinya, tak kuasa menahan itu Budi bersujut dan menagis,..memohon satu kesempatan lagi untuk mencintai.
Seseorang yang mengasihi selalu mengalikan kesenangan dan membagi kesedihan kita, Ia selalu memberi PERHATIAN kepada kita Karena ia Peduli kepada kita
ADAKAH "PERHATIAN TERBAIK" ITU BEGITU MAHAL BAGI MEREKA ?
BERILAH "PERHATIAN TERBAIK" WALAUPUN ITU HANYA SEKALI
Bukankah Kesempatan untuk memberi perhatian kepada orang-orang yang kita cintai itu sangat berharga ?
DO IT NOW
Berilah "PERHATIAN TERBAIK" bagi mereka yang kita cintai LAKUKAN SEKARANG !! KARENA HANYA ADA SATU KESEMPATAN UNTUK MEMPERHATIKAN DENGAN HATI KITA
Jessica bengong sejenak, namun ia belum menyerah. Dengan suara lembut dan sedikit manja ia kembali merayu "pa, mama bilang papa mau baca untuk Jessi" Budi mulai agak kesal, "Jes papa sibuk, sekarang Jessi suruh mama baca ya" "pa, mama cibuk, terus, papa liat gambarnya lucu-lucu", "Lain kali Jessica, sana ! papa lagi banyak kerjaan" Budi berusaha memusatkan perhatiannya pada lembar-lembar kertas tadi, menit demi menit berlalu, Jessica menarik nafas panjang dan tetap disitu, berdiri ditempatnya penuh harap, dan tiba-tiba ia mulai lagi. "pa,.. gambarnya bagus, papa pasti suka", "Jessica, PAPA BILANG, LAIN KALI !!" kata Budi membentaknya dengan keras, Kali ini Budi berhasil, semangat Jessica kecil terkulai, hampir menangis, matanya berkaca-kaca dan ia bergeser menjauhi ayahnya "Iya pa,. lain kali ya pa?"
Ia masih sempat mendekati ayahnya dan sambil menyentuh lembut tangan ayahnya ia menaruh buku cerita di pangkuan sang Ayah. "pa kalau papa ada waktu, papa
baca keras-keras ya pa, supaya Jessica bisa denger" Hari demi hari telah berlalu, tanpa terasa dua pekan telah berlalu namun permintaan Jessica kecil tidak pernah terpenuhi, Buku cerita "Anak-anak pembawa perdamaian"(terbitan KORPAR Choice Katedral), belum pernah dibacakan bagi dirinya.
Hingga suatu sore terdengar suara hentakan keras "Buukk!!" beberapa tetangga melaporkan dengan histeris bahwa Jessica kecil terlindas kendaraan seorang pemuda mabok yang melajukan kendaraannya dengan kencang didepan rumah Budi. Tubuh Jessica mungil terhentak beberapa meter, dalam keadaan yang begitu panik ambulance didatangkan secepatnya, selama perjalanan menuju rumah sakit, Jessica kecil sempat berkata dengan begitu lirih "Jessi takut pa, jessi takut ma, Jessi sayang papa mama" darah segar terus keluar dari mulutnya hingga ia tidak tertolong lagi ketika sesampainya di rumah sakit terdekat.
Kejadian hari itu begitu mengguncangkan hati nurani Budi, Tidak ada lagi waktu tersisa untuk memenuhi sebuah janji. Kini yang ada hanyalah penyesalan
Permintaan sang buah hati yang sangat sederhana,.. pun tidak terpenuhi.
Masih segar terbayang dalam ingatan budi tangan mungil anaknya yang memohon kepadanya untuk membacakan sebuah cerita, kini sentuhan itu terasa sangat berarti sekali, ",...papa baca keras-keras ya pa, supaya Jessica bisa denger" kata-kata jessi terngiang-ngiang kembali.
Sore itu setelah segalanya telah berlalu, yang tersisa hanya keheningan dan kesunyian hati, canda dan riang Jessica kecil tidak akan terdengar lagi, Budi mulai membuka buku cerita "Anak-anak pembawa perdamaian" yang diambilnya perlahan dari onggokan mainan Jessica di pojok ruangan. Bukunya sudah tidak baru lagi, sampulnya sudah usang dan koyak. Beberapa coretan tak berbentuk menghiasi lembar-lembar halamannya seperti sebuah kenangan indah dari Jessica kecil. Budi menguatkan hati, dengan mata yang berkaca-kaca ia membuka halaman pertama dan membacanya dengan suara keras, tampak sekali ia berusaha membacanya dengan keras, Ia terus membacanya dengan keras-keras halaman demi halaman, dengan berlinang air mata. "Jessi dengar papa baca ya" selang beberapa kata,.. hatinya memohon,.lagi "Jessi papa mohon ampun nak" "papa sayang Jessi"
Seakan setiap kata dalam bacaan itu begitu menggores lubuk hatinya, tak kuasa menahan itu Budi bersujut dan menagis,..memohon satu kesempatan lagi untuk mencintai.
Seseorang yang mengasihi selalu mengalikan kesenangan dan membagi kesedihan kita, Ia selalu memberi PERHATIAN kepada kita Karena ia Peduli kepada kita
ADAKAH "PERHATIAN TERBAIK" ITU BEGITU MAHAL BAGI MEREKA ?
BERILAH "PERHATIAN TERBAIK" WALAUPUN ITU HANYA SEKALI
Bukankah Kesempatan untuk memberi perhatian kepada orang-orang yang kita cintai itu sangat berharga ?
DO IT NOW
Berilah "PERHATIAN TERBAIK" bagi mereka yang kita cintai LAKUKAN SEKARANG !! KARENA HANYA ADA SATU KESEMPATAN UNTUK MEMPERHATIKAN DENGAN HATI KITA
............HIDUP................
Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Steven Covey
mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya:
"Seberapa berat menurut anda kira segelas air ini?" Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr.
"Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya." kata Covey.
"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit.
Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh,mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama,
tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."
"Jika kita membawa beban kita terus menerus,lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkatberatnya." lanjut Covey.
"Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut,istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi".
Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.
Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan dibawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok.
Apapun beban yang ada dipundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi......
Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya...!!
"Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita."
mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya:
"Seberapa berat menurut anda kira segelas air ini?" Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr.
"Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa lama anda memegangnya." kata Covey.
"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan saya akan sakit.
Dan jika saya memegangnya selama 1 hari penuh,mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama,
tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."
"Jika kita membawa beban kita terus menerus,lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkatberatnya." lanjut Covey.
"Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut,istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi".
Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.
Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban pekerjaan. Jangan dibawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok.
Apapun beban yang ada dipundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil lagi......
Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya...!!
"Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di relung hati kita."
Berpacaran Atau Berkuasa?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, "pacar" memiliki arti: teman lawan jenis yg tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta kasih.
Jadinya konsep berpacaran adalah ketika kita Memiliki Cinta Kasih, kasih sayang dan Ketulusan. Dan yang paling penting adalah Kepercayaan, Kesetiaan dan Keseimbangan.
Orang berpacaran, karena ingin memilih sendiri jodohnya yang dianggap cocok sebagai pendamping hidup kemudian. Karena biasanya konsep pernikahan itu sendiri tidak main-main, Harapan semua orang adalah sekali menikah untuk selamanya. Bersanding dengan orang yang sangat menyayangi dan mencintainya sampai akhir hidupnya. Walau di jaman sekarang slogan tersebut sepertinya hanya menjadi 'janji manis' pada saat pernikahan, dan tentunya tidak semua pasangan demikian adanya, semua kembali pada pribadi masing-masing dalam menjalaninya
Pada Orang-orang jaman dulu pada umumnya kebanyakan menikah karena dijodohkan, mereka tidak mengerti memilih apalagi berani menentang kehendak orang tuanya. Entah mengapa, mereka mampu bertanggungjawab atas pernikahan itu sendiri dan memiliki anak yang banyak yang mendampingi hidup mereka, apalagi konsep 'banyak anak banyak rejeki' dan banyak kisah nyata juga tentang kerukunan hidup keluarga besar ini. Walau tidak dipungkiri sebagian dari kaum bangsawan memiliki lebih dari satu isteri sebagai bentuk 'kekuasaan'nya, tetapi pada umumnya angka perceraian sangat jarang terjadi. Bila kita bertanya apakah ada kebahagiaan dalam pernikahan masing-masing pasangan? tentu jawabnya kembali lagi pada masing-masing pribadi.
Kesimpulan: Baik jaman dulu maupun jaman sekarang, Kebahagiaan dalam berumah tangga akan kembali pada masing-masing pribadinya. Mau bahagia atau tidak bahagia tergantung bagaimana menjalani Hidup itu sendiri, mengisi satu dengan yang lainnya, memiliki tanggungjawab dan sebagai pendamping hidup yang bertekad untuk setia dan saling mendukung satu dengan yang lainnya.
Nah kembali masalah pacaran, Ketika jaman sekarang kita boleh memilih kembali pasangan hidup kita, ketika kita diberi kepercayaan untuk saling mengamati dan saling menjajaki satu dengan yang lainnya, inilah masa-masa kita dapat menganalisa siapa pendamping hidup kita.
Ketika kata cinta dikatakan, sesungguhnya apa yang terjadi?
Ada Harapan disana, dan bila harapan itu mendapat jawaban yang meyakinkan sehingga bertepuklah kedua tangan, dan disana pula lah stempel "MILIKKU" telah dibubuhkan.
Pacarku adalah MILIKKU, hanya aku yang dapat MENGUASAInya, orang lain sama sekali tidak ada hak. Nah sesungguhnya apa yang terjadi, "AKU" telah bermain disini, sebelum pacaran, siapapun tidak berhak mengandeng seseorang, apalagi yang lainnya. Tetapi setelah ada 'Proklamasi Berpacaran' Semua menjadi berubah.
Banyak Pasangan yang berpacaran pada awalnya memiliki banyak teman, kini perlahan-lahan menjauh atau dijauhi dari teman-temannya. Banyak pasangan yang akhirnya menjadi 'terkukung' pada keputusan untuk menjauhi teman-teman baiknya, apalagi 'mantan-mantan'nya. Akhirnya bentuk 'Kekuasaan' baru pun telah terjadi sebagai permasalah dalam berpacaran.
Melupakan proses awal dari pacaran adalah membangun hubungan penuh cinta kasih, kepercayaan dan kesetiaan.
Ketika kita telah mengatakan setia, sudah tentunya tidak akan menyakiti pasangannya, tanpa harus di 'teror' pun kesetiaan itu akan tetap ada. Menyangkut kepercayaan seseorang, memang tidak mudah untuk menjadi orang yang dipercaya atau yang mempercayai, tetapi ketika kepercayaan ini dipegang teguh, tidak perlu lagi ada camera pengawas atau mata-mata yang mengintai setiap saat.
Bentuk-bentuk 'teror' kecil inilah yang kerap dirasakan sebagai 'belenggu' dalam berpacaran.
akhirnya stress, mewarnai dunia anak muda, Stress dan Kecemburuan yang luar biasa mewarnai dunia percintaan, yang seharusnya dibina dengan keharmonisan dan kerukunan.
Satu langkah yang bijak adalah membangun Kesadaran, bahwa seharusnya kita sendiri yang menentukan hidup kita, bukan orang yang baru 'datang' dalam hidupnya kemudian 'mengatur' dan 'merengut' semua kebebasan dan kehidupan anda. Bila dalam proses berpacaran saja, sudah dirasakan Krikil-krikil yang 'bahaya' mengapa masih mau bertahan sampai menikah kemudian, jangan lupa pacaran adalah proses 'pemilihan' agar jangan sampai salah pilih. dan memang penyesalan akan selalu muncul belakangan.
Kekhawatiran yang muncul pada saat berpacaran, mungkin hanya satu atau dua orang, tetapi ketika menjadi sebuah pernikahan, sudah lagi melibatkan 2 keluarga dan banyak faktor yang akan menjadi perhatian besar.
Kata 'putus' rasanya jauh lebih indah di banding kata 'cerai' walau semua ada konsekuensinya masing-masing, demi sebuah kebahagiaan. demi kenyamanan dalam perjalanan kemudian.
Tetapi jauh lebih penting dari sekedar membuat pernyataan 'putus' atau 'cerai' adalah Merubah diri dan mengubah pola berpikir, serta memperbaiki hubungan yang sudah tidak harmonis. Yakinlah setiap orang bisa berubah, dan setiap orang mampu untuk berubah, hanya membutuhkan waktu, membutuhkan proses.
bila sesuatunya masih bisa diperbaiki, mengapa harus dihancurkan. Tetapi bila memang diperbaiki saja sulit, yah lebih baik mengakhiri untuk membangun kembali sesuatunya dari baru lagi.
Jaman semakin canggih, semakin instan, semakin berat tantangan hidup, semakin banyak masalah yang muncul, dengan adanya teknologi menyebabkan masalah-masalah baru terjadi, tetapi semua kembali lagi pada masing-masing pribadi bagaimana menyikapinya dengan bijak.
Akhir kata, jadikanlah calon atau pasangan hidup anda sebagai sahabat, sebagai orang yang paling dekat, tempat berbagi, tempat saling mengasihi, dan membina kebahagiaan. walau ada perbedaan, tetapi jadikan perbedaan itu sebagai satu bentuk warna baru dalam hidup anda. Pacaran bukan Menguasai. Pacaran bukan saling menyakiti, pacaraan juga bukan suatu 'harga mati'. karena tujuan dari kehidupan adalah mencari kebahagiaan. semoga anda semua bahagia. Saling menyayangi dan saling mengisi.
Artikel ini dibuat bagi mereka yang membutuhkan solusi bagi permasalahan yang sedang dihadapi.
Anggap sebagai wacana, dan kembali ingat pada prinsip hukum sebab akibat itu sendiri.
Bila kita ingin bahagia, buatlah orang lain bahagia. Carilah pasangan yang sesuai dengan anda.
akhir kata seperti yang sering Chu Pat kai katakan: "Cinta Derita Tiada Akhir"
"Siap mencintai, siap memberi dan mengisi"
"Siap mencintai, siap juga mengakhiri"
apapun kondisinya "SIAP GRAK!", "Maju ... Jalan!"
By:Sakya Sugata
Jadinya konsep berpacaran adalah ketika kita Memiliki Cinta Kasih, kasih sayang dan Ketulusan. Dan yang paling penting adalah Kepercayaan, Kesetiaan dan Keseimbangan.
Orang berpacaran, karena ingin memilih sendiri jodohnya yang dianggap cocok sebagai pendamping hidup kemudian. Karena biasanya konsep pernikahan itu sendiri tidak main-main, Harapan semua orang adalah sekali menikah untuk selamanya. Bersanding dengan orang yang sangat menyayangi dan mencintainya sampai akhir hidupnya. Walau di jaman sekarang slogan tersebut sepertinya hanya menjadi 'janji manis' pada saat pernikahan, dan tentunya tidak semua pasangan demikian adanya, semua kembali pada pribadi masing-masing dalam menjalaninya
Pada Orang-orang jaman dulu pada umumnya kebanyakan menikah karena dijodohkan, mereka tidak mengerti memilih apalagi berani menentang kehendak orang tuanya. Entah mengapa, mereka mampu bertanggungjawab atas pernikahan itu sendiri dan memiliki anak yang banyak yang mendampingi hidup mereka, apalagi konsep 'banyak anak banyak rejeki' dan banyak kisah nyata juga tentang kerukunan hidup keluarga besar ini. Walau tidak dipungkiri sebagian dari kaum bangsawan memiliki lebih dari satu isteri sebagai bentuk 'kekuasaan'nya, tetapi pada umumnya angka perceraian sangat jarang terjadi. Bila kita bertanya apakah ada kebahagiaan dalam pernikahan masing-masing pasangan? tentu jawabnya kembali lagi pada masing-masing pribadi.
Kesimpulan: Baik jaman dulu maupun jaman sekarang, Kebahagiaan dalam berumah tangga akan kembali pada masing-masing pribadinya. Mau bahagia atau tidak bahagia tergantung bagaimana menjalani Hidup itu sendiri, mengisi satu dengan yang lainnya, memiliki tanggungjawab dan sebagai pendamping hidup yang bertekad untuk setia dan saling mendukung satu dengan yang lainnya.
Nah kembali masalah pacaran, Ketika jaman sekarang kita boleh memilih kembali pasangan hidup kita, ketika kita diberi kepercayaan untuk saling mengamati dan saling menjajaki satu dengan yang lainnya, inilah masa-masa kita dapat menganalisa siapa pendamping hidup kita.
Ketika kata cinta dikatakan, sesungguhnya apa yang terjadi?
Ada Harapan disana, dan bila harapan itu mendapat jawaban yang meyakinkan sehingga bertepuklah kedua tangan, dan disana pula lah stempel "MILIKKU" telah dibubuhkan.
Pacarku adalah MILIKKU, hanya aku yang dapat MENGUASAInya, orang lain sama sekali tidak ada hak. Nah sesungguhnya apa yang terjadi, "AKU" telah bermain disini, sebelum pacaran, siapapun tidak berhak mengandeng seseorang, apalagi yang lainnya. Tetapi setelah ada 'Proklamasi Berpacaran' Semua menjadi berubah.
Banyak Pasangan yang berpacaran pada awalnya memiliki banyak teman, kini perlahan-lahan menjauh atau dijauhi dari teman-temannya. Banyak pasangan yang akhirnya menjadi 'terkukung' pada keputusan untuk menjauhi teman-teman baiknya, apalagi 'mantan-mantan'nya. Akhirnya bentuk 'Kekuasaan' baru pun telah terjadi sebagai permasalah dalam berpacaran.
Melupakan proses awal dari pacaran adalah membangun hubungan penuh cinta kasih, kepercayaan dan kesetiaan.
Ketika kita telah mengatakan setia, sudah tentunya tidak akan menyakiti pasangannya, tanpa harus di 'teror' pun kesetiaan itu akan tetap ada. Menyangkut kepercayaan seseorang, memang tidak mudah untuk menjadi orang yang dipercaya atau yang mempercayai, tetapi ketika kepercayaan ini dipegang teguh, tidak perlu lagi ada camera pengawas atau mata-mata yang mengintai setiap saat.
Bentuk-bentuk 'teror' kecil inilah yang kerap dirasakan sebagai 'belenggu' dalam berpacaran.
akhirnya stress, mewarnai dunia anak muda, Stress dan Kecemburuan yang luar biasa mewarnai dunia percintaan, yang seharusnya dibina dengan keharmonisan dan kerukunan.
Satu langkah yang bijak adalah membangun Kesadaran, bahwa seharusnya kita sendiri yang menentukan hidup kita, bukan orang yang baru 'datang' dalam hidupnya kemudian 'mengatur' dan 'merengut' semua kebebasan dan kehidupan anda. Bila dalam proses berpacaran saja, sudah dirasakan Krikil-krikil yang 'bahaya' mengapa masih mau bertahan sampai menikah kemudian, jangan lupa pacaran adalah proses 'pemilihan' agar jangan sampai salah pilih. dan memang penyesalan akan selalu muncul belakangan.
Kekhawatiran yang muncul pada saat berpacaran, mungkin hanya satu atau dua orang, tetapi ketika menjadi sebuah pernikahan, sudah lagi melibatkan 2 keluarga dan banyak faktor yang akan menjadi perhatian besar.
Kata 'putus' rasanya jauh lebih indah di banding kata 'cerai' walau semua ada konsekuensinya masing-masing, demi sebuah kebahagiaan. demi kenyamanan dalam perjalanan kemudian.
Tetapi jauh lebih penting dari sekedar membuat pernyataan 'putus' atau 'cerai' adalah Merubah diri dan mengubah pola berpikir, serta memperbaiki hubungan yang sudah tidak harmonis. Yakinlah setiap orang bisa berubah, dan setiap orang mampu untuk berubah, hanya membutuhkan waktu, membutuhkan proses.
bila sesuatunya masih bisa diperbaiki, mengapa harus dihancurkan. Tetapi bila memang diperbaiki saja sulit, yah lebih baik mengakhiri untuk membangun kembali sesuatunya dari baru lagi.
Jaman semakin canggih, semakin instan, semakin berat tantangan hidup, semakin banyak masalah yang muncul, dengan adanya teknologi menyebabkan masalah-masalah baru terjadi, tetapi semua kembali lagi pada masing-masing pribadi bagaimana menyikapinya dengan bijak.
Akhir kata, jadikanlah calon atau pasangan hidup anda sebagai sahabat, sebagai orang yang paling dekat, tempat berbagi, tempat saling mengasihi, dan membina kebahagiaan. walau ada perbedaan, tetapi jadikan perbedaan itu sebagai satu bentuk warna baru dalam hidup anda. Pacaran bukan Menguasai. Pacaran bukan saling menyakiti, pacaraan juga bukan suatu 'harga mati'. karena tujuan dari kehidupan adalah mencari kebahagiaan. semoga anda semua bahagia. Saling menyayangi dan saling mengisi.
Artikel ini dibuat bagi mereka yang membutuhkan solusi bagi permasalahan yang sedang dihadapi.
Anggap sebagai wacana, dan kembali ingat pada prinsip hukum sebab akibat itu sendiri.
Bila kita ingin bahagia, buatlah orang lain bahagia. Carilah pasangan yang sesuai dengan anda.
akhir kata seperti yang sering Chu Pat kai katakan: "Cinta Derita Tiada Akhir"
"Siap mencintai, siap memberi dan mengisi"
"Siap mencintai, siap juga mengakhiri"
apapun kondisinya "SIAP GRAK!", "Maju ... Jalan!"
By:Sakya Sugata
Langganan:
Postingan (Atom)