Selasa, 15 Juni 2010

Menyadari segala kekurangan sebagai kelebihan

Banyak orang yang tidak pernah puas, terhadap apa yang telah dimilikinya. Selalu merasa kekurangan, walau apapun yang diinginkan sudah terpenuhi tetapi sepertinya masih ada ketidakpuasan yang keluar dari mulut dan pikirannya.

Demikian Sang Buddha bersabda: ” Merasa puas, mudah disokong, sederhana hidupnya, tenang inderanya, berhati-hati, tahu malu, tak berbuat kesalahan walaupun kecil yang dapat dicela oleh orang yang bijaksana …”

Sabda Sang Buddha tidak menyatakan bahwa kita harus hidup menjadi orang yang pas-pasan, dan menjadi orang susah, tetapi mengingatkan kita untuk menyadari apa pun yang kita miliki, harus disyukuri, dan sadarilah bahwa kerja keras yang kita telah lakukan walau belum sempurna tetapi juga memiliki kemajuan, dan perkembangan dalam setiap hasilnya. Merasa puas dengan apa yang telah dikerjakan hari ini dan menetapkan rencana serta tujuan untuk hari esok, bentuk kepuasan ini bukan untuk menjadi sebuah ’kemunduran atau kepasifan’ melainkan untuk melangkah lebih maju lagi lebih kreatif, dan inovatif.

Definisi ’merasa puas dan mudah disokong’ lebih bersifat pada motivasi. Sang Buddha tetap berpegang pada Jalan Tengah, dimana kita tidak terlalu boros dan membuang-buang uang tanpa suatu alasan yang jelas dan manfaat bagi siapapun yang merasakan. Dan juga bukan menjadi orang yang selalu “haus’ akan sesuatu dan banyak ‘menuntut’ tanpa melihat situasi dan kondisi hidupnya.

Hal yang wajar untuk memenuhi kehidupan seseorang dalam level dan derajat yang ‘berada’, untuk memenuhi pola dan kebutuhan hidup yang jauh lebih baik, selama mereka dapat dengan bijaksana mengolah kekayaan mereka. Tetapi sangat tidak wajar bagi mereka yang hidup di bawah garis untuk menjalani kehidupan yang diluar batas kemampuan mereka.

Disini kita dihadapkan pada hukum sebab akibat yang berlaku. Untuk mendapatkan kemakmuran maka kita harus menjadi seorang dermawan, menjalankan sila dan bertindak benar. Kaya atau miskin semua orang dapat melakukannya. Siapa yang berbuat berdasarkan hukum sebab akibat ini, akan memperoleh kebahagiaan.

Marilah kita merenungi untuk melihat kekurangan kita sebagai kelebihan. Orang yang hidup sederhana, akan mendapati kehidupan yang tanpa beban, Ia lebih terbuka dan jauh lebih bersahaja. Harta bukan segalanya, tetapi dengan harta yang ada, dapat diberikan untuk berbagi pada sesama yang membutuhkan. Miskin juga bukan segalanya, karena semua itu hanya sementara. Bila memiliki semangat, daya juang dan gigih dalam bekerja dengan penuh cinta kasih dalam perjuangan untuk hidup, maka kebajikan itu akan menjadi pelindungnya dan bila waktunya telah tepat bagi buah karma baik untuk berbuah, maka perubahan hidupnya pun akan segera dirasakan olehnya. Kesederhanaan dan Kebersahajaan akan membawa kebahagiaan.

Ada sebagian orang yang memiliki cacat tubuh, tetapi bila ia melihat cacat tubuhnya ini sebagai kelebihan dirinya, Ia akan menjadi orang yang luar biasa. Berapa banyak sesuatu yang hampir mustahil dapat dilakukan oleh orang normal, tetapi dapat dilakukan oleh kaum cacat yang tercatat dalam rekor dunia. Juga berbagai prestasi ditunjukan oleh mereka yang ‘kurang’ tetapi memiliki banyak ‘kelebihan’. Ada 1001 cerita tentang hal ini yang sudah dijadikan film, buku, dan cerita motivasi.

Bagi orang yang penakut, bila rasa takut itu menjadi tembok besar bagi dirinya untuk berhubungan dengan orang lain, maka ia akan selalu menderita, dan dihantui oleh ketakutannya itu sendiri. Tetapi bila dapat mengatasi ketakutan yang negatif dan membuatnya menjadi positif tentu akan mengubah dirinya menjadi sebuah perkembangan ke arah hidup yang jauh lebih baik. Memilikilah ’takut’ untuk berbuat jahat, dan ‘takut’ akan akibat dari perbuatan jahat yang dilakukannya, inilah bentuk rasa takut yang positif yang akan menjadi kelebihan dirinya.

Lihatlah segala yang kita miliki, bersyukurlah dan teruskan perjuangan, Jangan banyak mengeluh dan lihatlah sesuatu dengan kaca mata yang positif, dengan menyadari kekurangan yang kita miliki dengan melihat sebagai sesuatu kekuatan untuk mengubahnya menjadi sesuatu kelebihan diri kita yang tidak dimiliki orang lain.

Jadi renungilah saat ini, buat daftar ‘kekurangan’ diri anda, lalu renungkan dengan hal yang positif, apa manfaat dari ‘kekurangan’ itu atau malah menjadi ‘kelebihan’ diri anda yang tidak dimiliki oleh orang lain. Ambil sikap positif untuk melihat semuanya… maka mana tahu anda akan menemukan permata yang tersimpan di dalam potensi dirimu….
Apapun itu hanya kau sendiri yang tahu….

Salam Mudita
BY: Neng Xiu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar